SUSUNAN, INTERVAL, DAN FREKWENSI NADA NADA PADA MUSIK BARU SISTEM 12 TET (20 NADA PER OKTAF)
SUSUNAN , INTERVAL, DAN FREKWENSI NADA NADA PADA MUSIK BARU SISTEM 12 TET (20 NADA PER OKTAF)
Apakah Anda berminat untuk mencoba cara bermain musik yang baru dan menarik? Jika demikian, Musik sistem 12 TET (20 nada per oktaf) mungkin yang Anda butuhkan!
Standar hukum Sorga
Nillai frekwensi nada nada di sistem 12 TET (20 nada per oktaf) yang akan di berikan di sini adalah frekwensi menurut standar hukum Sorga, sebab standar internasional belum ada karena musik ini adalah musik baru yang belum pernah ada sebelumnya di kehidupan di muka bumi. Kemudian standar sorga ini kita gunakan menjadi standar internasional.
Dari hasil pencarian sebuah nada tambahan yang berada diantara G#4 dan A4 pada sistem 8 TET (12 nada per oktaf) yaitu sebuah nada yang berfrekwensi 416,49 Hz, dimana nada tambahan ini akan dipakai sebagai nada dasar yang baru yaitu nada dasar A=1 pada sistem 12 TET (20 nada per oktaf), dengan acuan nada tetap pada nada A4 = 440 Hz (standar internasional).
Disaat penghitungan nilai frekwensi masing masing nada di sistem 12 TET (20 nada per oktaf), nada A4 sebagai acuan nada akan diposisi-kan di urutan nada kedua dari susunan tangga nada natural minor dari nada dasar natural A4=1 berikut ini:
.... A4 A#4 B4 B#4 C4 C#4 D4, E5, E#5, F5, F#5, G5, G#5, H5, H#5, I5, J5, J#5, K5,, K#5, A5
dimana ruang titik titik adalah nada tambahan yang dicari
Dengan memakai rumus penghitungan frekwensi nada di sistem 12 TET (20 nada per oktaf) yaitu:
f_n = f_0 × {3 pangkat (n/20)}
dimana:
- f_n adalah frekwensi nada yang dihitung
- f_0 adalah frekwensi nada referensi, di sini A4 = 440 Hz
- n adalah jumlah langkah "setengah langkah" (semitone) dari nada referensi ke nada yang dihitung
Dan rumus penghitungan frekwensi nada oktaf di sistem 12 TET (20 nada per oktaf) yaitu:
f_oktaf_next = f_oktaf_prev × 3
dimana:
- f_oktaf_next adalah frekwensi nada di oktaf yang dihitung
- f_oktaf_prev adalah frekwensi nada yang sama di oktaf sebelumnya.
Dengan demikian, bila dihitung dan disusun keseluruhan nada (frekwensi nada) di sistem 12 TET (20 nada per oktaf) akan menjadi seperti berikut ini:
1. Nada tambahan = 416,49 Hz menjadj nada di urutan ke-1
Nada tambahan ini di dapat dari hasil pencarian sebuah nada diantara G#4 (415,30 Hz) dan A4 (440 Hz) di sistem 8 TET (12 nada per oktaf) dengan acuan nada A4= 440 Hz, yang tidak lain tidak bukan, nada tambahan ini sesuai dengan rumus penghitungan frekwensi nada:
f_n = f_0 × {3 pangkat (n/20)}
dengan:
- f_n adalah frekwensi nada tambahan yang dihitung
- f_0 adalah frekwensi nada referenai, di sini A4 = 440 Hz (sebagai acuan nada)
- n adalah langkah mundur "setengah langkah" pertama sebelum A4.
sehingga:
f_nada tambahan = 440 × {3 pangkat (-1/20)}
f_ nada tambahan = 440 × 0,9466 = 416,49 Hz
Nada tambahan yang dicari di sistem 8 TET (12 nada per oktaf) ini sebagai nada dasar A=1 di sistem 12 TET (20 nada per oktaf)
2. Nada di urutan ke-2 adalah A4:
Rumus penghitungan frekwensi nada A4, dengan acuan nada A4= 440 Hz:
f_A4 = f_A4 × {3 pangkat (0/20)}
f_A4 = 440 × 1 = 440 Hz
3. Nada di urutan ke-3 adalah A#4:
Rumus penghitungan frekwensi nada A#4, dengan acuan nada A4= 440 Hz:
f_A#4 = f_A4 × {3 pangkat (1/20)}
f_A#4 = 440 × 1,0565 = 464,86 Hz
4. Nada di urutan ke-4 adalah B4:
Rumus penghitungan frekwensi nada B4, dengan acuan nada A4= 440 Hz:
f_B4 = f_A4 × {3 pangkat (2/20)}
f_B4 = 440 × 1,1161 = 491,08 Hz
Rumus penghitungan frekwensi nada B#4, dengan acuan nada A4= 440 Hz:
f_B#4 = f_A4 × {3 pangkat (3/20)}
f_B#4 = 440 × 1,1791 = 518,80 Hz
Rumus penghitungan frekwensi nada C4, dengan acuan nada A4= 440 Hz:
f_C4 = f_A4 × {3 pangkat (4/20)}
f_C4 = 440 × 1,2457 = 548,108 Hz
Rumus penghitungan frekwensi nada C#4, dengan acuan nada A4= 440 Hz:
f_C#4 = f_A4 × {3 pangkat (5/20)}
f_C#4 = 440 × 1,3161 = 579,084 Hz
Rumus penghitungan frekwensi nada D4, dengan acuan nada A4= 440 Hz:
f_D4 = f_A4 × {3 pangkat (6/20)}
f_D4 = 440 × 1,3904 = 611,776 Hz
9. Nada di urutan ke-9 adalah E5:
Rumus penghitungan frekwensi nada E5, dengan acuan nada A4= 440 Hz:
f_E5 = f_A4 × {3 pangkat (7/20)}
f_E5 = 440 × 1,4688 = 646,316 Hz
10. Nada di urutan ke-10 adalah E#5:
Rumus penghitungan frekwensi nada E#5, dengan acuan nada A4= 440 Hz:
f_E#5 = f_A4 × {3 pangkat (8/20)}
f_E#5 = 440 × 1,5518 = 682,792 Hz
11. Nada di urutan ke-11 adalah F5:
Rumus penghitungan frekwensi nada F5, dengan acuan nada A4= 440 Hz:
f_F5 = f_A4 × {3 pangkat (9/20)}
f_F5 = 440 × 1,6395 = 721,38 Hz
12. Nada di urutan ke-12 adalah F#5:
Rumus penghitungan frekwensi nada F#5, dengan acuan nada A4= 440 Hz:
f_F#5 = f_A4 × {3 pangkat (10/20)}
f_F#5 = 440 × 1,7321 = 762,124 Hz
13. Nada di urutan ke-13 adalah G5:
Rumus penghitungan frekwensi nada G5, dengan acuan nada A4= 440 Hz:
f_G5 = f_A4 × {3 pangkat (11/20)}
f_G5 = 440 × 1,8299 = 805,156 Hz
14. Nada di urutan ke-14 adalah G#5:
Rumus penghitungan frekwensi nada G#5, dengan acuan nada A4= 440 Hz:
f_G#5 = f_A4 × {3 pangkat (12/20)}
f_G#5 = 440 × 1,9332 = 850,608 Hz
15. Nada di urutan ke-15 adalah H5:
Rumus penghitungan frekwensi nada H5, dengan acuan nada A4= 440 Hz:
f_H5 = f_A4 × {3 pangkat (13/20)}
f_H5 = 440 × 2,0423 = 898,612 Hz
16. Nada di urutan ke-16 adalah H#5:
Rumus penghitungan frekwensi nada H#5, dengan acuan nada A4= 440 Hz:
f_H#5 = f_A4 × {3 pangkat (14/20)}
f_H#5 = 440 × 2,1577 = 949,388 Hz
17. Nada di urutan ke-17 adalah I5:
Rumus penghitungan frekwensi nada I5, dengan acuan nada A4= 440 Hz:
f_I5 = f_A4 × {3 pangkat (15/20)}
f_I5 = 440 × 2,2795 = 1002,98 Hz
18. Nada di urutan ke-18 adalah J5:
Rumus penghitungan frekwensi nada J5, dengan acuan nada A4= 440 Hz:
f_J5 = f_A4 × {3 pangkat (16/20)}
f_j5 = 440 × 2,4082 = 1059,608 Hz
19. Nada di urutan ke-19 adalah J#5:
Rumus penghitungan frekwensi nada J#5, dengan acuan nada A4= 440 Hz:
f_J#5 = f_A4 × {3 pangkat (17/20)}
f_J#5 = 440 × 2,5442 = 1119,448 Hz
20. Nada di urutan ke-20 adalah K5:
Rumus penghitungan frekwensi nada K5, dengan acuan nada A4= 440 Hz:
f_K5 = f_A4 × {3 pangkat (18/20)}
f_K5 = 440 × 2,6879 = 1182,676 Hz
21. Nada di urutan ke-21 adalah K#5:
Rumus penghitungan frekwensi nada J#5, dengan acuan nada A4= 440 Hz:
f_K#5 = f_A4 × {3 pangkat (19/20)}
fKJ#5 = 440 × 2,8397 = 1249,468 Hz
22. Nada di urutan ke-22 adalah A5:
Rumus penghitungan frekwensi nada A5, dengan acuan nada A4= 440 Hz:
f_A5 = f_A4 × {3 pangkat (20/20)}
f_A5 = 440 × 3 = 1320 Hz
Nada A5 ini adalah oktaf berikutnya dari nada A4 di oktaf sebelumnya,
Rumus ftekwensi nada oktaf:
f_A5 = f_A4 × 3
f_A5 = 440 × 3 = 1320 Hz
Standar PMD
Nilai frekwensi nada-nada di sistem 12 TET (20 nada per oktaf) yang tertera di atas adalah menurut standar sorga (A4 = 440 Hz). Sekarang kita akan mencoba mendapatkan nilai frekwensi nada-nada di sistem 12 TET (20 nada per oktaf) menurut standar hukum PMD (Pedang Mata Dua) (Nada tambahan yang ditemukan adalah G#4 = 415,30 Hz).
Dengan memakai rumus penghitungan frekwensi nada di sistem 12 TET (20 nada per oktaf) yaitu:
f_n = f_0 × {3 pangkat (n/20)}
dimana:
- f_n adalah frekwensi nada yang dihitung
- f_0 adalah frekwensi nada A4 = 440 Hz
- n adalah jarak langkah "setengah langkah" nada ke nada berikutnya
Dan rumus penghitungan frekwensi nada oktaf di sistem 12 TET (20 nada per oktaf) yaitu:
f_oktaf_next = f_oktaf_prev × 3
dimana:
- f_oktaf_next adalah frekwensi nada di oktaf yang dihitung
- f_oktaf_prev adalah frekwensi nada yang sama di oktaf sebelumnya.
Dengan demikian, bila dihitung dan disusun keseluruhan nada (frekwensi nada) di sistem 12 TET (20 nada per oktaf) menurut standar hukum sorga (Nada tambahan yang ditemukan adalah G#4 = 415,30 Hz).akan menjadi seperti berikut ini:
1. Nada tambahan = 415,30 Hz (nada sementara G#4 di urutan ke-1)
Nada tambahan ini sesuai dengan rumus penghitungan frekwensi nada:
f_n = f_0 × {3 pangkat (n/20)}
dengan:
- f_n adalah frekwensi nada tambahan yang dihitung (415,30 Hz)
- f_0 adalah frekwensi nada sementara A4 (sebagai acuan nada)
- n adalah langkah mundur "setengah langkah" pertama sebelum A4.
sehingga:
f_0 = f_n / {3 pangkat (n/20)}
f_0 = 415,30 / 0,9466
f_0 = 438,728 Hz
Maka Nada acuan yang dipakai di sistem 12 TET (20 nada per oktaf) ini adalah sebuah nada yang berfrekwensi 438,78 Hz, dimana nada acuan ini adalaj nada sementara A4 yang menempati posisi diurutan kedua pada susunan nada nada di sistem 12 TET (20 nada per oktaf).
Untuk penghitungan nada nada yang lain adalah menggunakan acuan nada sementara A4 dengan rumus yang sama :
f_n = f_0 × {3 pangkat (n/20)}
dimana:
- f_n adalah frekwensi nada sementara yang dihitung
- f_0 adalah frekwensi nada sementara A4 = 440 Hz
- n adalah jarak langkah "setengah langkah" nada ke nada berikutnya
Dan rumus penghitungan frekwensi nada oktaf di sistem 12 TET (20 nada per oktaf) yaitu:
f_oktaf_next = f_oktaf_prev × 3
dimana:
- f_oktaf_next adalah frekwensi nada sementara di oktaf yang dihitung
- f_oktaf_prev adalah frekwensi nada sementara yang sama di oktaf sebelumnya.
2. Nada sementara di urutan ke-2 adalah A4:
Rumus penghitungan frekwensi nada sementara A4, dengan acuan nada sementara A4= 438,728 Hz:
f_A4 = f_A4 × {3 pangkat (0/20)}
f_A4 = 438,728 × 1 = 438,728 Hz
3. Nada sementara di urutan ke-3 adalah A#4:
Rumus penghitungan frekwensi nada sementara A#4, dengan acuan nada A4= 438,728 Hz:
f_A#4 = f_A4 × {3 pangkat (1/20)}
f_A#4 = 438,728 × 1,0565 = 463,516 Hz
4. Nada sementara di urutan ke-4 adalah B4:
Rumus penghitungan frekwensi nada sementara B4, dengan acuan nada sementara A4= 438,728 Hz:
f_B4 = f_A4 × {3 pangkat (2/20)}
f_B4 = 438,728 × 1,1161 = 489,664 Hz
Rumus penghitungan frekwensi nada sementara B#4, dengan acuan nada sementara A4= 438,728 Hz:
f_B#4 = f_A4 × {3 pangkat (3/20)}
f_B#4 = 438,728 × 1,1791 = 517,304 Hz
Rumus penghitungan frekwensi nada sementara C4, dengan acuan nada sementara A4= 438,728 Hz:
f_C4 = f_A4 × {3 pangkat (4/20)}
f_C4 = 438,728 × 1,2457 = 546,523 Hz
Rumus penghitungan frekwensi nada sementara C#4, dengan acuan nada sementara A4= 438,728 Hz:
f_C#4 = f_A4 × {3 pangkat (5/20)}
f_C#4 = 438,728 × 1,3161 = 577,410 Hz
Rumus penghitungan frekwensi nada sementara D4, dengan acuan nada sementara A4= 438,728 Hz:
f_D4 = f_A4 × {3 pangkat (6/20)}
f_D4 = 438,728 × 1,3904 = 610,007 Hz
9. Nada sementara di urutan ke-9 adalah E5:
Rumus penghitungan frekwensi nada sementara E5, dengan acuan nada sementara A4= 438,728 Hz:
f_E5 = f_A4 × {3 pangkat (7/20)}
f_E5 = 438,728 × 1,4688 = 644,404 Hz
10. Nada sementara di urutan ke-10 adalah E#5:
Rumus penghitungan frekwensi nada sementara E#5, dengan acuan nada sementara A4= 438,728 Hz:
f_E#5 = f_A4 × {3 pangkat (8/20)}
f_E#5 = 438,728 × 1,5518 = 680,818 Hz
11. Nada sementara di urutan ke-11 adalah F5:
Rumus penghitungan frekwensi nada sementara F5, dengan acuan nada sementara A4= 438,728 Hz:
f_F5 = f_A4 × {3 pangkat (9/20)}
f_F5 = 438,728 × 1,6395 = 719,295 Hz
12. Nada sementara di urutan ke-12 adalah F#5:
Rumus penghitungan frekwensi nada sementara F#5, dengan acuan nada A4= 438,728 Hz:
f_F#5 = f_A4 × {3 pangkat (10/20)}
f_F#5 = 438,728 × 1,7321 = 759,921 Hz
13. Nada sementara di urutan ke-13 adalah G5:
Rumus penghitungan frekwensi nada sementara G5, dengan acuan nada sementara A4= 438,728 Hz:
f_G5 = f_A4 × {3 pangkat (11/20)}
f_G5 = 438,728 × 1,8299 = 802,828 Hz
14. Nada sementara di urutan ke-14 adalah G#5:
Rumus penghitungan frekwensi nada sementara G#5, dengan acuan nada sementara A4= 438,728 Hz:
f_G#5 = f_A4 × {3 pangkat (12/20)}
f_G#5 = 438,728 × 1,9332 = 848,149 Hz
15. Nada sementara di urutan ke-15 adalah H5:
Rumus penghitungan frekwensi nada sementara H5, dengan acuan nada sementara A4= 438,728 Hz:
f_H5 = f_A4 × {3 pangkat (13/20)}
f_H5 = 438,728 × 2,0423 = 896,014 Hz
16. Nada sementara di urutan ke-16 adalah H#5:
Rumus penghitungan frekwensi nada sementara H#5, dengan acuan nada sementara A4= 438,728 Hz:
Comments
Post a Comment